Jumat, 03 Agustus 2012

ISLAM DIBAWA OLEH PARA PENDAKWAH SUFI BUKAN PEDAGANG!


Sudah sejak kita sering mendengar bahwa tersebarnya Islam di bumi Nusantara ini adalah karena hasil jerih payah para pedagang arab dan pedagang dari gujarat India, bahkan dalam sebuah diskusi di Metro TV pada awal Ramadhan seorang nara sumber yang juga seorang enterperenuer yang sukse dengan begitu yakin dan percaya dirimengatakan bahwa para walisongo itu banyak yang berprofesi sebagai pedagang, bahkan dia menyitir sebuah hadist bahwa pintu-pintu Rezki kebanyakan terdapat dalam dunia dagang. Dia juga mengambil contoh dari Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa Rasulullah SAW juga seorang pedagang.

Dagang memang tidak bertentangan dengan Islam, bahkan dagang juga merupakan sebuah profesi mulia dimata Islam. Dunia perdagangan bahkan sudah dilakukan sejak lama, jauh sebelum dunia ini maju. Peninggalan-peninggalan arekologi juga menguatkan bahwa profesi ini sudah lumrah dilakukan oleh umat-umat terdahulu. Jadi dunia dagang adalah dunia yang memang selalu dibutuhkan oleh umat manusia, tanpa adanya sebuah perdagangan, entah apakah umat itu maju dan berkembang, karena dengan berdagang manusia akan selalu bersosialisasi.

Kembali ketopik awal, jadi benarkah bahwa Islam itu tersebar oleh para pedagang-pedagang arab dan pedagang-pedagang dari india (gujarat). Bangsa arab dan india memang sangat aktif dalam dunia perdagangan, dua bangsa ini memang senang sekali berdagang dan berkelilng ke berbagai tempat untuk melakukan kegiatan ini. semua jenis barang diperdagangkan. Tidak heran pada masa lalu dibeberapa daerah di Nusantara ini banyak terdapat pemukiman arab dan pemukiman india, disamping juga ada etnis lain seperti China. Namun kini yang cukup menggelitik saya, apakah ada hubungan yang kuat antara para pedagang-pedagang ini dengan penyebaran Islam. Teori yang mengatakan bahwa Islam tersebar melalui pedagang rasa-rasanya kok cukup janggal, karena dunia dagang itu sangat super sibuk, sedangkan dunia dakwah memerlukan waktu-waktu khusus yang tentu waktu itu tidak boleh bertabrakan dengan bidang lain. Teori Islam yang mengatakan bahwa islam dibawa oleh PEDAGANG ini, memang baru muncul sejak fihak kolonial penjajah mengrimkan duta-duta ilmuwannya untuk belajar Islam secara intensif ke pusat pusat peradaban islam, salah satunya mekkah. Mereka ini para penjajah kolonial ini tidak saja merampok harta bangsa Indonesia, tapi mereka ini juga mencuri dan mengambil ilmu-ilmu pengetahuan yang dalam bentuk buku-buku untuk dibawa kenegeri mereka dan menyimpannya agar tidak diketahui umat Islam. Mereka juga licik, mereka mengirim duta-dutanya yang menyamar sebagai muslim, bahkan duta-duta itu bisa belajar Islam langsung dari sumbernya. Salah satunya Ilmuwan Licik yaitu Christian Snouck. Orang inilah yang membuat fihak belanda menjadi tahu bagaimana cara menghadapi Islam, sehingga tidak heran pasca kepulanganya dari mekkah, perlawanan aceh tiba-tiba jatuh karena strategi licik dari fihak belanda yang mendapat masukan dari snouck ini.

Setelah mereka, terutama snouck ini berhasil MENGELABUI para ulama-ulama itu, mereka mencari titik lemah Islam. diantara strategi untuk melemahkan perlawanan Islam dalam menghadapi penjajah ini, muncullah berbagai teori-teori yang mengatas namakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Islam (namun penuh kelicikan dan misi terselubung). diantara teori ilmu pengetahuan yang dikembangkan dan diyakinkan adalah dengan mengatakan bahwa ISLAM MASUK KE INDONESIA DENGAN JALUR PERDAGANGAN. bukan melalui jalur DAKWAH YANG SEBENARNYA. Teori ini dimunculkan oleh PIJNAPEL ahali dari Universitas Leiden dan dikembangkan oleh Christian Snouck (lihat Koran republika, Rabu 25 Juli 2012 hal 18 dan 19). Jadi Sudah jelas dari siapa teori ini muncul, dan sudah jelas apa sebenarnya niat dan maksud orang-orang ini dengan mengatakan tentang teori PARA PEDAGANG INI. Sama sekali tidak disinggung bagaimana peran serta Islam dan tokohnya dalam mendirikan negara ini. Teori Islam melalui jalur perdagangan akhirnya seperti kita tahu telah menjadi teori yang sangat kuat dibenak anak bangsa ini. Dulu sewaktu masih kecil, saat guru saya menerangkan tentang teori ini, saya masih menerima, namun setelah saya tahu bahwa teori ini muncul dari sang penjajah, akhirnya saya coba kembali membongkar-bongkar buku-buku yang berkenaan dengan penyebaran agama Islam di Nusantara.

Sebuah kenyataan yang mengejutkan kalau kita mau meneliti tentang bagaimana proses penyebaran agama islam dibumi Nusantara. Pada Tahun 1964 bahkan pernah dilakukan sebuah seminar yang membicarakan tentang MASUKNYA AGAMA ISLAM DI NUSANTARA, ternyata mayoritas pakar sejarah ISLAM menegaskan Islam sudah masuk ke Nusantara sejak abad ke 7, ini juga dibuktikan dengan adanya surat menyurat dengan fihak luar.HAMKA bahkan dengan sangat tegas bahwa memang Islam sudah masuk ke bumi Nusantara ini sejak abad 7, namun penyebaranya belum dalam taraf kolosal. Pada tanggal 15 Juli di UIN SYAHID juga diadakan seminar masuknya agama Islam di Nusantara. Yang menggelitik saya dalam dalam seminar itu adalah judulnya yang bertuliskan PERAN DAKWAH DAMAI KAUM ALAWIYIN DI NUSANTARA. Nah siapa sebenarnya para ALAWIYIN ini? kenapa tiba-tiba mereka disebut dalam forum yang terhormat dan ilmiah seperti ini? setahu saya kajian seperti ini sangat jarang diangkat dalam kajian keilmuan, apalagi bila itu menyangkut ALAWIYIN, tiba-tiba kok bisa ada. Terus terang melihat judulnya saja, saya sudah bisa menebak, siapa saja tokoh yang dimaksud disitu. Tokoh yang dimaksud adalah WALISONGO!!!!. Ya Walisongo!, karena mereka ini sacara nasab atau silsilah, mereka memang bersambung kepada kaum ALAWIYIN yang merupakan keturunan dari SAYYIDINA AHMAD bin ISA yang merupakan keturunan ke 7 dari RASULULLAH SAW. Bukti bahwa mereka bernasabkan kepada ALAWIYIN sudah banyak yang tahu, nasab mereka memang sudah diakui oleh banyak ulama nasab. Jadi sudah jelas dan terang benderang bahwa ALAWIYIN yang dimaksud disini adalah WALISONGO, karena mereka inilah yang memang sangat aktif dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara ini pada periode antara abad ke 13 s/d 15. Memang ada peran dan kiprah kaum alawiyin lain, terutama sejak kedatangan rombongan besar-besaran kaum alawiyin generasi abad ke 18 dan 19, namun kedatangan walisongo yang merupakan pendahulu alawiyin terakhir jauh lebih lama.

Pertanyaannya sekarang, benarkah para penyebar Islam yang tergabung dalam MAJELIS DAKWAH WALISONGO ini adalah pedagang tulen???. Benarkah mereka ke Nusantara ini hanya untuk berdagang? Apakah kedatangan mereka ke Negara ini hanya untuk motif ekonomi saja? apakah mereka semua ini berasal dari gujarat yang merupakan provinsi India?? aneh bin ajaib teori ini..WALISONGO datang ke Nusantara ini hanya untuk berdagang? betapa naifnya kalau hanya dikatakan untuk berdagang. Mereka ini bukanlah pedagang, mereka memang seorang PENDAKWAH dan DAI SEJATI yang memang bertugas untuk menyebarkan Islam!. Dagang hanya lah merupakan sebuah cara dalam berdakwah. Tidak semua wali melakukan kegiatan berdagang. kalau semua wali melakukan kegiatan dagang, kapan mereka bisa berdakwah dan fokus pada tugasnya?? Ingat dunia dagang lebih cenderung memakan waktu yang sibuk dan lebih cenderung keduniawian, artinya dunia inil lebih cenderung kearah motif ekonomi, sedangkan dakwah profesi yang tidak mengharapkan keuntungan dunia, disisi lain waktu yang mereka gunakan untuk tidak bisa dicampurkan dengan profesi dagang.Dua profesi yang sama-sama kuat, biasanya hasilnya kurang maksimal. Namun karena walisongo sangat kuat didakwah, ya hasilnya pun bisa kita rasakan..disisi lain para walisongo ini kebanyakan adalah penganut sufi yang konsep ajarannya lebih tertuju kepada amaliah dan ibadah kepada Allah semata, namun tetap dalam koridor yang normal dan sesuai dengan syariat Islam. Untuk memperkuat bahwa mereka bukan pedagang bahkan dimusium Istambul Turki, telah diketemukan sebuah surat yang ditulis oleh sultan Turki pada masa itu yang menuliskan perintah dakwah kepada para ulama yang berjumlah 9 orang untuk berdakwah ke wilayah ASIA TENGGARA. Masing-masing ulama itu mempunyai spesialisasi, ada yang perdagangan, pengobatan (kedokteran), Perekonomian, Militer, politik, budaya, dan lain-lain. kesembilan ulama itu menamakan dirinya MAJELIS DAKWAH WALISONGO. Dan yang tidak disangka-sangka kesembilan ulama ini semua bernasab kepada ALAWIYIN. Dan yang lebih hebat lagi mereka ini semua berasal dari negara yang berbeda. Tentu dalam kegiatan dakwah mereka ada pemimpinnya. Hal lain yang juga menggelitik, kenapa banyak para cendikiawan muslim mengatakan bahwa penyebar Islam pada masa walisongo ini dikatakan dari GUJARAT?? Yang harus kita ketahui, bahwa memang leluhur dari sembilan wali generasi ini adalah SAYYID ABDUL MALIK AZMATKHAN memang bertempat tinggal di KERAJAAN NASERABAD (India) yang memang dahulunya merupakan daerah bagian Gujarat. SAYYID ABDUL MALIK ini adalah keturunan ALAWIYIN yang berdakwah kenegeri India. Ia menikah dengan putri dari Kerajaan NASERABAD Kerajaan Naserabad sendiri adalah bawahan kerajaan Mongol. Karena Kerajaan Naserabad ini bersifat kooperatif kepada Mongol, maka raja mongolpun merasa senang dengan sikap dan ahlak rajanya ini, sehingga kerajaan naserabad diberikan hak penuh (otonom) untuk mengatur negaranya. sehingga dapat dikatakan kerajaan naserabad india ini stabil dalam pemerintahannya. Keturunan dari Sayyid Abdul Malik ini juga banyak tersebar keberbagai negara, ada yang kepalestina, Magribi (maroko), uzbekistan, China, Irak dan lain-lain. Namun walaupun mereka tersebar keberbagai negara komunikasi antar sesama keturunan sayyid abdul malik tetap terjalin. Sehingga pada saat Sultan Turki menginginkan agar Asia Tenggara segara digarap dalam penyebaran Islam, maka keturunan-keturunan sayyid abdul malik inilah yang banyak terpilih. Terpilihnya ulama-ulama dari KLAN ALAWIYIN ini, sudah tentu ada pertimbangan yang matang dari para ulama, disamping mereka sebagai Zuriat RASULULLAH SAW, pola dakwah mereka memang sudah banyak yang mengakui hasilnya. Sehingga dengan banyak track record yang positif akhirnya terpilihlah mereka menjadi ulama-ulama yang menyebarkan agama Islam di Indonesia. Jadi artinya Islam yang tersebar pada walisongo ini bukan dari India Gujarat, namun memang betul leluhur dari walisongo memang sempat menetap bahkan dimakamkan India (Kerajaan Naserabad, posisinya sekarang berada dekat perbatasan India dan pakistan). Namun demikian leluhur walisongo aslinya berasal dari Hadramaut (Yaman) dan bernasabkan kepada ALAWIYIN atau BANI BAALAWY. Jadi murni mereka adalah pendakwah bukan pedagang dan asal usul mereka berasal dari tempat yang banyak (bukan hanya India) namun bernasabkan kepada Rasulullah SAW.

Majelis Dakwah Walisongo inilah yang bergerak secara sistematis dalam penyebaran agama Islam, mereka bukan pedagang, mereka semua pendakwah. Perdagangan hanya salah satu cara dalam memperkenalkan Islam, masih banyak cara-cara yang mereka lakukan dalam perdagangan. Kesalahan sebuah teori yang mengatakan bahwa Islam berasal dari pedagang gujarat India, karena banyak orang tidak tahu nasab atau silsilah para walisongo, sehingga dengan begitu percayanya sampai sekarang kita manut-manut saja dengan teori, padahal teori ini muncul dari cendikiawan bayaran yang berada dibawah ketiak tuannya yaitu kaum Penjajah. cendikiawan sepeti inilah yang sangat berbahaya, karena mereka bekerja bukan dengan hati dan kejujuran, mereka bekerja karena perut, mereka ini bekerja bukan untuk ilmu pengetahuan, mereka justru bekerja untuk merusak dan menghancurkan ilmu pengatahuan. Mudah mudahan kita tidak terpedaya lagi dengan adanya teori-teori palsu dari cendikiawan licik seperti ini, masih banyak cendikiawan lain yang bisa kita percayai, cendikiawan seperti itu tidak lebih adalah merupakan pelacur intelektual....

Tidak ada komentar: