Senin, 14 Mei 2012

RADEN FATAH BERASAL DARI ETNIS JAWA, SUMATRA (PALEMBANG, LAMPUNG), CHINA, INDIA ATAU ARAB?

RADEN FATAH BERASAL DARI ETNIS JAWA, SUMATRA  (PALEMBANG, LAMPUNG), CHINA, INDIA ATAU ARAB?

Ya untuk tulisan kali ini saya masih terus coba untuk mengkaji dan meluruskan tentang Raden Fatah. untuk tulisan kali ini saya mencoba memberanikan diri mengkaji Raden fatah dari sisi etnisnya. Apakah dengan tulisan ini saya menjadi SARA? Tidak sama sekali!  saya justru orang yang paling anti SARA. Tulisan tentang Raden Fatah yang berhubungan dengan etnisnya hanya semata-mata ditujukan untuk meluruskan dan membantu kepada siapapun agar bisa jernih memandang sosok Sultan Islam pertama di jawa ini. Tulisan ini dibuat bukan untuk membanggakan sebuah etnis tertentu. Justru saya berharap dengan adanya tulisan persatuan antar etnis malah lebih rekat dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika. Dengan munculnya tulisan ini saya juga berharap sosok Raden Fatah bisa dipandang secara utuh dan jernih, dengan adanya tulisan ini saya berharap kita tidak memandang lagi sosok Raden Fatah dengan lebih banyak mengambil dan mempercayai keterangan-keterangan yang justru banyak berasal dari kaum ilmuwan penjajah, baik itu yang berasal dari fihak kolonial  portugis, belanda, perancis, Inggris, ataupun jepang ataupun pujangga-pujangga dan sastrawan pada masa lalu yang lebih pro pada penguasa setempat.

Data Raden Fatah memang harus diakui  sampai saat banyak sekali berasal dari fihak-fihak yang telah saya sebutkan tadi, contohnya buku babad tanah jawa, sampai saat ini masih banyak orang yang percaya bahwa buku satu ini banyak mengandung “NILAI-NILAI KEBENARAN” tentang sejarah keberadaan kerajaan atau budaya Jawa. Sudah banyak contoh yang tertulis pada buku ini yang berisi distorsi tentang sejarah dan fakta yang sesungguhnya terjadi. Contoh kasus misalnya sosok Raden Fatah ini. Raden Fatah selama ini lebih banyak dikatakan etnisnya adalah Jawa, karena ayahnya adalah Brawijaya 5. Disisi lain ia juga dikatakan berasal dari China, karena ibunya berasal dari putri Champa yang juga merupakan bagian dari negara China pada masa lalu. Pada keterangan lain Raden Fatah juga dikatakan berasal dari etnis Sumatra (Palembang atau Lampung). Yang juga tidak kalah mengejutkan, ternyata tidak sedikit yang mengatakan bahwa Raden Fatah adalah asli keturunan dari Arab Hadramaut. So jadi mana yang benar dari semua keterangan itu??? mana yang bisa lebih dipercaya dari keterangan itu??.

Baiklah saya akan coba satu demi satu mencoba memecahkan misteri itu..

Yang pertama saya akan coba dulu dari mulai pendapat yang pertama yang mengatakan bahwa Raden Fatah berasal dari Jawa. Beliau dikatakan dari Jawa menurut saya ini bisa difahami, karena memang beliau sejak kecil hidup dalam lingkungan Majapahit. Raden Fatah hidup dengan budaya Majapahit yang budayanya sangat Jawa sentris. Beliau sangat dijaga dan disayang oleh Brawijaya 5 atau yang bernama asli Bhree Kertabumi. Raden Fatah betul-betul mendapatkan kasih sayang melimpah dari Brawijaya 5, apalagi paras dari Raden Fatah digambarkan sangat putih dan tampan, walaupun kasih sayang Brawijaya 5 tidak lama, namun dalam sejarahnya Raden Fatah ternyata tidak melupakan kasih sayang Brawijaya ini, ini terbukti saat Demak sedang berada dalam proses pendirian menjadi kesultanan Demak, tidak pernah sekalipun Raden Fatah berkhianat atau menyerang Majapahit pada masa era Brawijaya 5 masih berkuasa. Kalaupun ada cerita Raden Fatah ngotot dan ingin menghancurkan Majapahit pada masa era Brawijaya, patut diwaspadai cerita dari manakah itu? karena yang berperang dengan Raden Fatah saat Majapahit digempur adalah Dyah Ranawijaya atau Prabu Girindrawardana  yang kemudian mengangkat dirinya menjadi Brawijaya 6 yang saat itu justru ibukotanya berada di Daha (Kediri).  Sosok Dyah Ranawijaya ini ternyata adalah menantu dari Brawijaya 5 sendiri, berarti Jatuhnya ibukota Majapahit yang berada di Mojokerto adalah karena akibat serangan dari menantunya sendiri, bukan Raden Fatah.  Ibukota Majapahit yang berada di Mojokerto dihancurkan oleh dyah Ranawijaya ini, sehingga sisa-sisa dari peninggalan atau situs dari Majapahit yang ada Di Mojokerto banyak yang musnah.  Pertanyaannya,  alasan apalagi sampai Raden Fatah tidak mau bahkan tidak ingin menyerang dan meruntuhkan Majapahit era Brawijaya 5? alasan yang paling kuat adalah karena Raden Fatah masih menaruh hormat kepada Brawijaya 5 yang telah mengasuhnya sejak kecil. Alasan yang lain adalah karena walaupun Brawijaya 5 berbeda keyakinan dengan Raden Fatah namun Brawijaya 5 ternyata masih bersikap baik dan justru membiarkan para walisongo dan membiarkan Islam berkembang dengan baik, apalagi Brawijaya 5 ini melihat dakwah Islam  cukup simpatik. Ini juga menjadi sebuah pertanyaan kenapa Brawijaya 5 tidak “menghabisi” gerakan raden fatah dan para walisongo malah justru membiarkan Islam berkembang dengan pesat?, padahal Majapahit masih merupakan kerajaan yang besar? Jawabannya adalah karena Brawijaya 5 ketika ia menikah dengan Ibu Raden Fatah sebenarnya ia sudah Islam, kenapa demikian? karena pernikahan Brawijaya 5 dengan ibu Raden Fatah ini juga karena atas usul Sunan Ampel yang dulunya sering sekali  pulang pergi dari Champa ke Majapahit untuk mengajarkan Islam kepada Brawijaya 5, namun karena sunan ampel sudah merasa lelah dan sudah sangat tua maka ia mengusulkan agar Ibu Raden Fatah menikah dengan Brawijaya 5 untuk nanti mengajarkan Islam kepada suaminya. Tentu ini juga diperhitungkan dengan matang, terutama  dari sisi Kafaah, Budaya, sosial, geografi, dll serta masa depan Negara Nusantara kedepan. Lagipula jangan dilupakan tidak akan mungkin para wali saat itu membiarkan seorang wanita muslimah yang taat serta mengerti ilmu agama yang mendalam untuk dinikahi secara sembarangan sekalipun ia adalah seorang raja besar. Saya yakin terjadinya pernikahan itu karena para wali juga sudah melihat bahwa Brawijaya 5 ini memang sudah masuk Islam, hanya saja demi untuk kepentingan stabilitas politik, keamanan dan budaya di Majapahit saja maka keislaman dari Brawijaya 5  ini tidak pernah diungkapkan dan diumumkan sampai akhir hayatnya, apalagi pada masa itu seorang raja adalah perwujudan dari Dewa. Jadi dapat dikatakan sangat wajar bila sampai saat ini masih banyak orang percaya bahwa Raden Fatah etnisnya adalah Jawa karena memang sejak kecil ia berada dalam asuhan Brawijaya 5 dan kerajaan Majapahit.

Pendapat kedua mengatakan Raden Fatah berasal dari China. Pendapat ini cukup kuat bahkan sangat diyakini oleh etnis China yang ada Indonesia, apalagi memang dalam cerita-cerita dibuku sejarah nama Raden fatah sering sekali ditulis dengan nama-nama dan istilah China, seperti nama Senopati Jim Bun. Bahkan saat ini banyak etnis Tionghoa bangga karena ternyata salah satu pemimpin besar masa lalu di Nusantara ini ternyata berasal dari etnis mereka. Kondisi ini bahkan pernah dipertegas  oleh GUS DUR yang mengatakan bahwa ibu Raden Fatah adalah berasal dari CHINA. Memang harus kita akui bahwa peranan etnis ini sangat banyak dalam membangun negara dan bangsa ini. Laksamana Cheng Ho dalam petualangannya menjelajahi berbagai negara nama Majapahit, Pasai dan Kerajaan-kerajaan Nusantara ini pasti beliau datangi, karena Cheng Ho beranggapan bahwa negara-negara ini sangat penting buat kaisar China saat itu apalagi etnis mereka itu sangat banyak di majapahit atau kerajaan-kerajaan Lain. Pengakuan bahwa Raden Fatah adalah etnis Tinghoa adalah sebuah kewajaran saja, karena Saat itu Raden Fatah memang sudah bukan milik etnis Jawa atau yang lain, Raden Fatah sudah menjadi milik etnis semua. Pengakuan Raden Fatah adalah etnis tionghoa harus dihormati, karena informasi ini mereka catat dalam catatan-catatan bangsa mereka. Bangsa China ini memang hebat dalam melakukan pencatatan-pencatatan tentang perjalanan bangsa mereka. Dari mulai pada masa Nabi Muhammad SAW saja nama mereka sudah dipuji sebagai bangsa yang berbudaya dan berilmu, sehingga tidak heran catatan sejarah mereka lengkap dan detail bila dibandingkan dengan negara kita ini. Pendapat ini semakin kuat dari sisi mereka, karena menurut sebagian para sejarawan, bahwa Ibu Raden Fatah berasal dari China (Champa). Ibu Raden Fatah terkenal berasal dari Champa. Gadis Champa pada masa lalu memang terkenal sangat cantik-cantik, sehingga ada suatu kebanggaan bila berhasil mengikat tali pernikahan dengan putri-putri Champa ini. Pertanyaannya sekarang adalah dimanakah Champa itu?  kenapa Champa sering dianggap juga sebagai China? Champa bila dikaji lebih dalam memang merupakan  bagian dari Negeri China apalagi setelah Champa mendapat serangan dari Kaisar China setelah era Raden Fatah sekitar tahun 1477 Masehi, sedangkan Raden Fatah lahir tahun 1455 masehi. Sebelum adanya serangan dari kaisar China ini champa adalah merupakan sebuah kerajaan yang besar terutama diwilayah Asia tenggara. Kenapa Champa yang posisinya sekarang berada Di Vietnam Tengah Atau Kamboja sekarang bisa menjadi Negara Islam pada masa lalu? Keberadaan Kerajaan Champa ini bahkan sangat terkenal diberbagai kesultanan dan kerajaan yang berada di Asia Tenggara. ini menandakan bahwa kerajaan ini bukanlah kerajaan Kecil. Yang mungkin tidak bisa bayangkan adalah bahwa Champa yang kini berada diwilayah Kamboja atau Vietnam sangatlah ironis dengan kondisi sekarang. Jangankan Islam, tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Champa adalah dulu negara Islam hampir sudah tidak ada lagi, karena dulu ketika pasukan china menyerbu kerajaan ini bisa jadi mereka membumi hanguskan semua yang berbau Islam, sehingga tidak heran sampai sekarang para ahli sejarah sangat kesulitan untuk mencari jejak kebesaran Islam pada masa lampau khususnya di Champa. Semua Artefak, Situs, Buku, Makam-makam hampir tidak ada lagi dibumi Champa. Para raja dan bangsawan Champa yang saat itu diserbu pasukan China banyak yang melarikan diri kearah Pattani, Malaka, Pasai dan Jawa, sehingga dapat dikatakan bahwa negara Champa yang dulu pernah besar dan jaya telah lenyap dari bumi vietnam dan kamboja. Sampai saat ini suku Champa hanya 0, sekian persen dari jumlah suku di Vietnam. Suku Champa sendiri  sampaim sekarang masih ada, hanya mereka sekarang betul-betul menjadi sangat minoritas. Semenjak penyerban pasukan China ini lenyaplah negara Islam yang cukup berpengaruh pada masa lalu. Dengan adanya penyerbuan ini, otomatis dinasti China saat itu sangat berkuasa, dan sudah pasti semua kehidupan berganti wajah dengan wajah China, baik itu dari budaya, politk, sosial, agama, hukum dan sendi-sendi kehidupan lainnya.  

Ada sebuah pertanyaan yang mendasar, bagaimana cara islam masuk ke Champa ?  padahal secara mayoritas masyarakatnya kebanyakan beretnis china dan hanya sebagian kecil melayu? jawabannya adalah Islam masuk ke Champa setelah banyaknya penyebar agama Islam yang datang dari arah India (Naserabad, negeri bagian Gujarat). Mereka adalah keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhan. Keturunan Sayyid Abdul Malik ini berhasil berdakwah ke negeri Champa dan berhasil mengislamkan Raja champa yang saat itu beragama Budha. Setelah berhasil mengislamkan pembesar Champa ini sebagian mereka ada yang menikah dengan kerabat kerajaan champa sehingga pada akhirnya mereka banyak yang berhasil menjadi penguasa Champa dengan jalan pernikahan seperti Sultan Ali Nurul Alam bin Syekh Jumadhil kubro. Keturunan Sayyid Abdul Malik yang berhasil menjadi Sultan adalah dari jalur keturunan Syekh Jumadil Kubro yang merupakan nenek moyangnya walisongo dan sultan-sultan Islam di nusantara. Syekh Jumadil Kubro sendiri nama aslinya adalah Sayyid Husin Jamaludin Al Akbar Azmatkhan Alhusaini. Cerita berhasilnya para pendakwah Islam yang berasal dari India ini juga harus diperhatikan betul oleh kita. Berhasilnya akulturasi sosial dan budaya para pendakwah ini terutama dibumi champa seperti mengulang keberhasilan dakwah Sayyid Abdul Malik di Negeri India (naserabad, negeri bagian Gujarat). Sayyid Abdul Malik aslinya berasal dari Arab Hadramaut Yama. Sedangkan nasab atau silsilah beliau sendiri bersambung sampai Rasulullah SAW lewat Jalur Sayyidina Huseien. Jadi sebenarnya yang berdakwah di sekitar daerah Asia Tenggara memang benar banyak yang berasal dari gujarat namun mereka ini bukan berdagang tapi memang ingin berdakwah menyebarkan agama Islam.Dan mereka ini bukan orang india tulen, mereka adalah ahlul bait Nabi Muhammad SAW yang berhasil melakukan pembauran dikerajaan India (naserabad). Mereka bahkan bisa menjadi penguasa setempat dan menjadi bagian penting kerajaan. Setelah di India mereka  berhasil, anak cucu mereka melanjutkan tongkat estafet dakwah menuju asia tenggara diantaranya CHAMPA. Dan di Champapun mereka juga ternyata berhasil melakukan pembauran dengan rakyat dan juga pembesar kerajaan sehingga pada akhirnya nanti beberapa diantara mereka bahkan sukses menjadi Sultan seperti Sultan Abdullah Umdatuddin dan Sultan Nurullah, padahal sejatinya mereka ini didarahnya bukan asli dari champa,  yang justru etnisnya banyak adalah justru yang  berbangsa China dan etnis-etnis lainnya. Secara geografispun Champa dan China banyak memiliki kedekatan. Secara fisikpun sultan yang berasal dari keturunan Sayyid Abdul Malik ini tentu sangat tajam perbedaannya dengan etnis setempat. Namun karena mereka telah sukses beradaptasi dengan etnis setempat, hal itu bukan menjadi sebuah hambatan untuk menjadi pemimpin dinegara Champa ini. Dan inilah yang nanti akhirnya banyak orang mengatakan bahwa Raden Fatah ibunya berasal dari China. Padahal ibu Raden Fatah sendiri adalah masih memiliki persaudaraan dengan Sultan Abdulllah Umdatuddin yang merupakan ayah Raden Fatah, sehingga secara nasab ibu Raden fatah ini sebenarnya bukan berasal dari etnis China yang tinggal di Champa namun kalau ia besar dan lahir  Di Champa memang benar. Adanya putri-putri Champa yang terkenal cantik bisa jadi karena adanya perpaduan dengan etnis-etnis setempat. Jangan lupa mereka yang berasal dari India ini terutama keturunan Sayyid Abduk Malik ini, tentu mereka banyak yang berbaur dengan dengan keturunan Bangsawan India. Bayangkan keturunan Arab berbaur dengan India, kemudia berbaur lagi dengan etnis Champa, maka bisa saja keturunannya melahirkan gadis-gadis yang cantik dan mempesona. sebagai bangsawan tentu dari mereka banyak yang memiliki istri-istri yang cantik yang juga merupakan pilihan dari wanita-wanita terbaik.  Tapi karena champa pada saat Raden Fatah lahir sudah mulai ada tanda –tanda terancam oleh kerajaan lain, maka sedikit demi sedikit banyak bangsawan Champa yang hijrah ketempat lain yang kondisinya lebih aman seperti Pattani, Malaka dan Nusantara. Sehingga tidak heran gelombang kedatangan bangsawan Champa pada masa setelah Raden Fatah pasti berjumlah banyak. Kedatangan mereka ini bahkan beredar pada cerita-cerita rakyat. Jadi bisa dikatakan yang namanya putri Champa itu tidak hanya satu tapi banyak, dan mereka bisa jadi adalah percampuran etnis satu dengan yang lain sehingga melahirkan putri-putri cantik, kalaupun fisik mereka ada yang mirip dengan etnis china , itu bisa saja karena memang champa itu dominasi etnisnya memang berasal dari suku ini, namun untuk ibu Raden Fatah sendiri yang bernama Syarifah Zaenab binti Ibrahim Zaenudin Al Akbar Asmorokondi, beliau aslinya adalah keturunan dari Sayyid Husein Jamaludin bin Ahmad Jalaludin Azmatkhan. Secara nasab beliau berasal dari Nabi SAW namun mungkin secara fisik bisa jadi sudah ada perubahan, karena leluhurnya bisa jadi menikah dengan etnis setempat. inilah yang menyebabkan orang sampai sekarang bahwa Raden Fatah berasal dari etnis China...

Yang Ketiga bagaimana dengan orang yang mengatakan bahwa Raden Fatah adalah keturunan India? ya masuk akal,karena memang Raden Fatah nenek moyangnya yang asli berasal dari Naserabad. nenek Moyang beliau yang bernama Sayyid Abdul Malik Azmatkhan adalah bangsawan India yang mendapatkan tempat terhormat dikerajaan itu. Sayyid Abdul Malik ini mempunyai kedudukan yang mulia dimata kerajaan India. melalui Sayyid Abdul Malik daerah India khususnya wilayah Gujarat  ini banyak yang masuk Islam, sehingga tidak heran daerah Gujarat saat itu terkenal sebagai daerah yang agama Islamnya cukup kuat. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan berhasil melebarkan sayap dakwahnya dinegeri India.ia berdakwah tidak hanya seorang diri, keluarga besarnya juga ikut terlibat dalam dakwah Islam ini, sehingga para pendakwah Islam yang berasal dari Gujarat khususnya keturunan beliau berhasil pula melebarkan sayap dakwah di Pulau Jawa dan sekitarnya. Mereka ahlul Nabi SAW yang berhasil berdakwah ke Jawan bukan  pedagang Gujarat, tapi memang pendakwah dari Gujarat yang berasal dari keturunan Sayyid Abdul Malik. Adanya pendapat yang mengatakan bahw Islam disebarkan oleh pedagang gujarat adalah sesat menyesatkan, sekali lagi itu adalah informasi dari kaum penjajah. Para penjajah betul-betul mencoba menghilangkan peran dari Ahlul Bait Nabi dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai di bumi Nusantara. Penjajah lebih menonjolkan sisi PERDAGANGAN dari teori Gujarat ini, seolah-olah keturunan Nabi yang dari gujarat datang ke Jawa hanya untuk berdagang bukan untuk berdakwah, padahal mereka datang ke Nusantara dan asia Tenggara hanyalah berdakwah, perdagangan hanyalah salah satu strategi mereka untuk berdakwah. Strategi dakwah mereka tidaklah hanya lewat jalur perdagangan saja, mereka masuk pada bidang budaya, politik, sosial, hukum bahkan dunia kesehatanpun menjadi racikan mereka dalam berdakwah. Dan orang-orang yang berasal dari Gujarat ini lebih khusus keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhan sukses besar dalam melakukan pergerakan dakwah yang cantik, cerdas dan diterima masyarakat setempat.

Yang keempat, Raden Fatah sering dikatakan berasal dari Palembang bahkan ada yang mengatakan lampung ini juga sebuah kewajaran, karena memang beliau pada masa remajanya hidup dan besar di Palembang dibawah asuhan walikota Aria Damar atau Aria Dillah yang merupakan bawahan dari Majapahit dengan rajanya Brawijaya 5. Di Palembang ini Raden Fatah dan juga adik tirinya yaitu Raden Husein mendapat didikan langsung dari Aria Dillah dan juga bangsawan Palembang lainnya , baik itu pendidikan agama, militer, ketatanegaraan, etika, hukum dan lain-lain. Tentu saja dibawah asuhan Aria Damar ini sosok Raden Fatah menjadi lebih berkualitas secara fisik maupun secara pemikiran karena ia dididik dalam suasana yang kondusif dan aman. Disatu sisi Palembang adalah negeri yang penting di Nusantara dan merupakan pertemuan banyak etnis, sehingga kondisi Palembang lebih beragam bila dibandingkan negeri lainya. Palembang merupakan tempat yang cocok untuk membesarkan seorang yang kelak nanti menjadi pemimpin besar di Pulau Jawa. Besarnya  Raden Fatah di Palembang ini tentu sangat mendapatkan tempat dihati warga Palembang dan juga Lampung dari masa lalu sampai dengan sekarang. Buat mereka Raden Fatah adalah Palembang/Lampung. Buat  warga Palembang Raden Fatah adalah ikon sejarah yang sangat penting, kenapa demikian? karena Raden Fatah sebelum menjadi SULTAN DEMAK beliau adalah bagian penting Palembang. Bicara sejarah sejarah Palembang Nama Raden Fatah pasti akan muncul, apalagi dikemudian hari ternyata Kesultanan Palembang Darussalam adalah keturunan dari Raden Fatah. Jadi dapat dikatakan bahwa Raden Fatah adalah leluhur  dari bangsawan Palembang pada umumnya khususnya mereka yang berasal dari zuriat kesultanan Palembang Darussalam. Begitu pentingnya sosok Raden Fatah dimata warga Palembang dan juga Lampung, nama beliau dijadikan sebuah Perguruan tinggi Islam di Palembang yang bernama IAIN RADEN FATAH.

Bagaimana dengan pendapat kelima yang mengatakan bahwa Raden Fatah berasal dari Arab? ya inipun sangat pasti!! karena berdasarkan catatan nasab memang nenek moyang mereka berasal dari Tanah Arab Hadramaut Yaman. Hadramaut sendiri diakui oleh banyak ahli nasab banyak terdapat keturunan  dari Nabi Muhammad lewat jalur Sayyidina AHMAD BIN ISA yang merupakan keturunan dari Sayyidina Husein. semua leluhur Raden Fatah ini banyak yang berhijrah keberbagai tempat sampai akhirnya tiba di Pulau Jawa. Hebatnya mereka ini dalam berdakwah, tidak pernah sekalipun mereka menonjolkan sisi nasab atau silsilahnya. Raden Fatah dan juga para walisongo serta sultan-sultan Islam lain yang nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW tidak pernah sama sekali menonjolkan nasabnya untuk berdakwah dan melebarkan sayap kekuasaan. FAM AZMATKHAN yang seharusnya mereka sandang, tidak mereka cantumkan dalam berdakwah atau berakulturasi dengan masyarakat setempat. Sampai pada lima tahun kemarin FAM AZMATKHAN ini belum dipakai dan dipopulerkan oleh anak cucu RADEN FATAH serta walisongo, namun pada tahun 2008 dalam rangka menghimpun kembali keluarga besar AZMATKHAN, Ikatan Keluarga Azmatkhan Indonesia (IKAZHI) terbentuk, tujuan utamanya adalah untuk silaturahmi dan persaudaraan bukan untuk ajang pamer FAM atau MARGA dari AZMATKHAN ini. Karena dahulunya para keturunan Azmatkhan begitu rendah hati sampai-sampai mereka  ini tidak memakai FAM / Marga AZMATKHAN,   tidak heran sampai sekarang banyak dari keturunan dari Raden Fatah atau Sultan-sulltan Islam lainnya juga para walisongo banyak yang sudah menjadi orang Indonesia asli dengan nama-nama berdasarkan daerahnya masing-masing.  Mereka bukan lagi sebagai orang arab seperti para leluhurnya. Mereka sudah banyak yang menjadi orang Indonesia asli, ada yang menjadi Jawa, ada yang menjadi Sumatra, ada yang menjadi Maluku, ada yang menjadi Sulawesi, ada yang menjadi kalimantan, ada yang menjadi Madura. sehingga tidak heran wajah mereka sudah Indonesia tapi darah mereka banyak dialiri dengan darah kaum arab khususnya yang berasal dari keturunan Nabi SAW. inilah salah satum kehebatan dakwah cara NABI SAW yang lebih mengedepankan pendekatan damai, Budaya dan pendekatan lokal sehingga akhirnya Islam bisa diterima dengan damai baik dan akhirnya abadi sampai sekarang..

KESIMPULAN DARI ETNIS RADEN FATAH INI ADALAH:

Raden  Fatah lahir di Champa yang etnisnya Dominan China namun secara nasab Raden Fatah berasal dari ibu dan ayah berasal  yang dari keturunan Arab, India. Masa kecil mendapatkan kasih sayang dibawah asuhan Majapahit (jawa) khususnya ayah tirinya yang bernama Brawijaya 5 atau Bhree Kertabumi, kemudian besar di Palembang dibawah asuhan dan didikan bangsawan dari Aria Damar dan kemudian diangkat menjadi Sultan Demak di Pulau Jawa oleh para walisongo..
Raden Fatah adalah milik semua!!! secara nasab memang ia zuriat Rasulullah SAW khususnya Bani Hasyim namun secara budaya, poltik, geografi, sosial, Raden Fatah adalah milik semua etnis dari mulai etnis China, Jawa, Sumatra, India, dan boleh jadi etnis-etnis yang lain..

Mudah-mudahan tulisan ini bisa mencerahkan kita semua....

5 komentar:

Achmad Setiapada Gumayri mengatakan...

ass wr wb..saya tertarik dgn tulisan2..ini yerutma yg berhubungan dgn Raden Fattah (RF).." saya juga pengen tanya tentang kebenaran ayah kandung RF.. ? yg selama ini saya ketahui Beliau(RF) adalah anak/putra dari Brawijaya 5,.. ? namun yg saya dptkan dari tulisan anda RF adl anak angkat dari Brawijaya 5..? tolong penjelasannya (by; Achmad Setiapada G/alias Ujang Bochari Kenaim,SH, Berasal dari Desa Pagar Batu, Kec.Pulou Pinang, Kab.LAHAT/zuriat keturunan dari RF)

Chabol Habib mengatakan...

Achmad Setiapada
Gumayri@ nanya? bgaimana peraupan dan bahasa kalian sbagai dzuriah raden fattah di sana,? Dan apakah kalean termasuk suku jawa ato bhkan jadi pribumi sum sel,? Adakah peninggalan dari beliau Raden patah,?

Iwan mengatakan...

Raden Fattah memang bukan anak kandung Brawijaya, beliau adalah anak kandung Abdullah Umdatuddin, dan data ini tercatat di kitab nasab keluarga besar Walisongo yang disusun oleh keluarga Sunan Kudus. Dan kitab ini bersanad kepad Rasulullah SAW, sedangkan informasi Raden Fattah bernasabkan kepada Brawijaya 5 bersumber dari Babad Tanah Jawa dan Babad Bali yang tidak jelas siapa penulisnya, dan yang jelas mereka tidak mempunyai sanad keilmuan dalam bidang nasab dan silsilah

Iwan mengatakan...

Untuk mengetahui siapa leluhur Raden Fattah dan juga biografi lengkap tentang Raden Fattah, silahkan lihat di blog ini, dan juga blog Madawis.blogspot.com

Iwan mengatakan...

penulisan silsilah atau nasab itu tidak boleh sembarangan, apalagi mempercayai sumber yang bukan dari ulama nasab, Babad Tanah Jawa dan babad Bali itu banyak yang rancu dalam penulisan-penulisan keluarga besar kesultanan demak...