Kamis, 26 April 2012

RIWAYAT HIDUP AL SYAHID PATI UNUS (1477-1521 M)

RIWAYAT HIDUP AL SYAHID PATI UNUS (1477-1521 M)
oleh Pak Syeikh pada
30 Januari 2011 pukul 18:56 ·

Nama asal beliau ialah Syeikh Abdul Qadir. Bapak beliau ialah Syeikh Mohamad Yunus bin Syeikh Khalid Al Idrus attau yang lebih di kenal dengan nama SYEIKH KHALIQUL IDRUS. Beliau menikah dengan anak Maulana Sayyid Ibrahim Asmoro binti Maulana Sayyid Husin Jumadil Kubra. Syeikh Khaliqul Idrus di lantik menjadi Adipati Jepara pada Zaman Majapahit. Setelah beliau wafat, keturunan beliau mengambil alih Jabatan Adipati Jepara. Raden Abdul Qadir lahir pada tahun 1477 Masehi di Jepara

Setelah dewasa beliau di angkat menjadi Adipati Jepara bergelar Adipati Yunus dan terus di panggil PATI UNUS saja. Beliau dikawinkan dengan Puteri Mas Nyawa binti Raden Fatah. Raden Fatah di lantik menjadi Sultan Demak 1, bergelar Sultan Ali Alam Akbar. Pernah saya membuat KOMENTAR, saya katakan Raden Fatah BUKAN anak Prabu Brawijaya 5, tetapi anak Sultan Abdullah Wan Bo Teri Teri. Banyak Penkaji Sejarah dari daerah Jawa "marah", tetapi Alhamdulillah, bulan yang lalu, mereka mendapatkan Dokumen yang mengatakan bahwa Raden Fatah seorang "SAYYID".

Dari pernikahan dengan Putri Raden Fatah ini melahirkan 3 putera iaitu Raden Abu Bakar dan Raden Barakat/Abu Syahid ....SYAHID di Pulau Besar 1521 M. Seorang putera lagi masih berada di dalam kandungan Puteri Gunong Ledang, semasa pertempuran antara tentara Demak dengan Portugis. Putera itu di beri nama Raden Abdullah Aria Pamungkas. Pada tahun 1518 M, Pati Unus menyerang Portugis di Malaka tetapi mengalami kekalahan. Beliau balik ke Demak dan pada tahun itu, Sultan Demak 1 yaitu Raden Fatah wafat, atas nasihat para Wali Songo, beliau di lantik menjadi Sultan Demak 2, bergelar Sultan Ali Alam Akbar Atsani. Pada tahun 1520 M, Beliau menyiapkan Angkatan Laut Demak dengan kekuatan 375 buah Kapal Perang dengan berbagai jenis. Kerajaan sahabat seperti Banten,Cirebon, Jambi, Palembang, Pagar Uyung, Ternate , Aceh dan Johor turut membantu untuk menyerang Portugis di Malaka. Malang sekali ternyata dalam penyerangan itu ada sebuah PENGKHIANATAN. Angkatan Gabungan Melayu ini kalah !!!. Pati Unus SYAHID bersama anak nya Raden Abu Bakar dan Raden Barakat/Abu Syahid. Bersama SYAHID ialah Isteri ke 3 nya Syarifah Siti Zubaidah binti Syeikh Sultan Ariffin Sayyid Ismail Pulau Besar. Pati Unus memang mempunyai 3 orang istri yaitu:

1.Ratu Mas Nyawa atau Puteri Gunong Ledang melahirkan..Raden Abu Bakar,Raden Barakat dan Raden Abdullah Aria.

2.Ratu Mas Ayu binti Sunan Gunung Jati..tidak ada keturunan

3.Syarifah Siti Zubaidah binti Syeikh Sultan Ariffin Sayyid Ismail, Pulau Besar... melahirkan Raden Abdullah Malaka.

Setelah Tentara Gabungan Demak kalah, mereka lari ke semua arah...ke Demak, Banten, Pagar Uyung dan juga ke Johor. Tetapi paling banyak, mereka mengikuti Maulana Sayyid Fadillah Khan ke Banten. Merekalah (bekas tentara Malaka/Melayu) yang menjadi PENDUKUNG KUAT terhadap Raden Abdullah Malaka. Mereka mendirikan Pemukiman di Banten dengan nama TASIK MALAYA, Di
Jawa Barat. Dari dukungan mereka juga Raden Abdullah Malaka dapat mendirikan Kerajaan Pakuan Islam di Jawa Barat tetapi di bawah naungan Kerajaan Banten. Raden Abdullah Melaka TIDAK DAPAT menjadi Sultan Demak karena ada PEREBUTAN TAHTA SULTAN DEMAK. Dalam perebutan tahta ini mengakibatkan terbunuh nya Pengeran Kikin bin Raden Husin. Dalam Sejarah Jawa, mereka menulis Raden Fatah mempunyai ANAK LELAKI. Bagi saya, Raden Fatah TIDAK MEMPUNYAI SEORANG PUN ANAK LELAKI !!!. Banyak "Musuh dalam selimut" seperti DARI sebagian "OKNUM" orang JAWA dan juga para orientalis. Mereka menulis dengan memutarkan balikkan Sejarah dengan mengatakan berbagai sebab dan muslihat. Orang Barat memang tidak suka Kepada Islam dan "sebagian orang Jawa" juga tidak SUKA KEPADA ISLAM !!!. Malah mereka memang TIDAK SUKA, jika BUKAN KETURUNAN RAJA MEREKA, menjadi Sultan Mereka. Mereka sangat dendam sekali pada kelompok Wali Songo karena telah membunuh Syeikh Siti Jenar dan Ki Kebo Kenanga. Mereka juga (sebagian..) tidak suka kepada komunitas bangsa Arab yang MENDOMINASI SULTAN DEMAK. Raden Fatah sebelum menjadi Sultan mengusir Prabu Brawijaya 5 ke Bali. Dan bila berlaku Pertempuran Senopati Majapahit.. Raden Husin (adik seibu Raden Fatah), membunuh Sunan Kadi Langu...Senopati Demak. Demak melantik Sunan Kudus menjadi Senopati Demak dan Sunan Kudus dapat mengalahkan Raden Husin yaitu Senopati Majapahit. Setelah itu mereka berdamai. Raden Fatah seorang Ulama dan Sultan YANG LURUS. Raden Husin ternyata mempunyai RENCANA YANG LEBIH JAUH !!!. Raden Husin memberi 3 orang anak lelaki nya untuk dijadikan ANAK ANGKAT kepada Raden Fatah. Sementara itu ada anggapan bahwa anak Raden Husin ini ialah ANAK SAUDARANYA (RADEN FATAH). 3 orang anak Raden Husin itu ialah Raden Kikin, Raden Trenggana dan Raden Mohamad Yunus/Kiai Ing Geding Suro. Pada waktu itu Raden Husin telah menjadi Sultan Palembang, menggantikan ayahnya yang Wafat. Nasab Raden Husin ialah Raden Husin bin Sultan Abdullah/Raden Ario Damar bin Prabu Kertawijaya

Sebab itulah setelah Sultan Trenggana menjadi Sultan Demak 3, TIDAK ADA LAGI PENENTANG, terutama dari wilayah Kerajaan Jawa Timur, karena mereka tahu, Sultan Trenggana itu adalah keturunan BRAWIJAYA TULEN !!!. Bapaknya dari Prabu Brawijaya 1 dan ibunya juga dari Prabu Brawijaya 5. Hal ini berbeda dengan ORANG SUNDA, mereka dapat MENERIMA ORANG LUAR/SAYYID, menjadi Sultan dan dan pemimpin mereka. Sebab itu Raden Abdullah Malaka, Sunan Gunung Jati dan Maulana Sayyid Fadillah Khan Sangat berkuasa Di Jawa Barat.

Oleh sebab itu juga sampai saat ini para Pengkaji Sejarah SANGAT SUSAH dan Kesulitan untuk mencari Nasab Raden Fatah/Sultan Demak 1 dan Pati Unus/Sultan Demak 2. Kedua ULAMA DAN SULTAN INI BAHKAN DIKATAKAN MEMPUNYAI SELIR atau GUNDIK !!!. Apakah mungkin pikiran kita dan akal kita mengatakan seorang SULTAN yang juga ULAMA, mempunyai SELIR atau GUNDIK !!!. Apakah kedua Sultan TIDAK MEMAHAMI AJARAN HUKUM ISLAM ?????. Banyak terjadi dan kesimpangsiuran, jika kita membaca dan mengkaji Keturunan Kedua Sultan ini, baik dari Nasab nya, maupun Keturunan Mereka. Tetapi ALLAH SWT, MAHA BESAR DAN MAHA AGUNG, yang batil akan hanyut apabila kebenaran terungkap!!!

Setelah Kekalahan Tentara Gabungan Demak, RIBUAN ORANG BANYAK YANG MATI SYAHID DAN MEREKA BANYAK TERDAPAT DI PULAU BESAR. Pulau Besar adalah Markas Gerakan Tentara Gabungan. Puteri Gunong Ledang dan SEMUA KELUARGA NENEK MOYANG SAYA, lari Ke Jambi dan Banten. Di Banten lahir lah Raden Abdullah Aria Pamungkas. Dalam hal ini, 2 orang anak Pati Unus dari Isteri berlainan selamat dari pembunuhan pasukan Pertugis. Setelah Dewasa Raden Abdullah Malaka dinikahkan dengan Anak Sultan Hasanudin bin Sunan Gunung Jati. Raden Abdullah Aria dibesarkan di Jambi dan Pagar Uyung. Perlu kita ingat Pagar Uyung, Cirebon dan Jambi memang banyak keturunan dari Sultan Abudllah Wan Bo Teri teri.

Ini lah Sejarah Pati Unus, SUAMI KEPADA PUTERI GUNONG LEDANG...MATI SYAHID DI PULAU BESAR MALAKA PADA TAHUN 1521 M. Bersamanya MATI SYAHID ialah ANAK PUTERI INI....Dan APAKAH PUTERI GUNONG LEDANG SEORANG JIN DAN BUNIAN ??????. Jika Begitu SALAH LAH AYAT AL QURAN YANG BERBUNYI BEGINI !!!"Jangan kamu fikir orang yang MATI SYAHID itu MATI, tetapi mereka HIDUP di sisi Tuhan Mereka dan MENDAPAT REZEKI dari sisi Tuhan Mereka "..... contoh....Jika kita mendapat 1 pahala...misalan nya....Untuk I satu SYAHID...PUTERI GUNONG LEDANG MENDAPAT 3 PAHALA SYAHID kerana SUAMINYA DAN 2 ORANG ANAK YANG DIKANDUNGNYA!!!! Anda fikirlah sendiri!!

(Tulisan ini sudah saya edit sebaik mungkin, sesuai dengan pemahaman bahasa Indonesia, agar yang membaca bisa lebih mudah mencernanya....) Adapun saya berharap tulisan ini tidak menjadi sebuah polemik, karena memang masing-masing orang mempunyai gaya tulisan yang berbeda, untuk Pak Syeikh ini saya akui beliau memang agak sedikit keras, sehingga dengan saya menuliskan tulisan ini saya berharap tidak terjadi kesalahfahaman bagi yang membacanya...

5 komentar:

TOKOMURA mengatakan...

ajib, ini pengetahuan baru bagiku...moga banyak manfaatnya dan jadi pertimbagnan bagi pemerhati sejarah lainnya

Anonim mengatakan...

Pak Syeikh ini saya nilai sedang ngelindur dan menyamoaikan dendam kusumat yang amat dalam dan lama teroendam. ngelindur dengan menyebut tiba-tiba ada kerajaan bikinannya sendiri yang muncul di demak dan setengah mabuk menyelipkan fitnah dan provokasi karena membandingkan orang sunda dan orang jawa. Lebih dahsyat lagi Pak Syeik ini nampak menginginkan pengakuan keislamannya melalui cerita yang ditulsnya tentang asal-usul R Patah dan Husen dan mendeskriiiditkan Majapahit

Anonim mengatakan...

Pak Syeikh, saya sarankan sampean yang banyak membaca literatur. Dokumen yang sampean baca itu hanya salah satunya, belum dicrosscheck dengan dokumen lain untuk menguji validitasnya. Teori sampean mirip dengan tulisan di blog lain yang menyebutkan mengenai Putri Campa ytang dihadiahkan oleh Raja Campa kepada Raja Majapahit dengan cara diceraikan lebih dulu. Pikiran sampean ini mengagungkan pendapat bahwa sejarah Islam lebih dominan di Majapahit zaman itu. Sampean juga bangga menyebut keturunan dari aulia besar, dari luar nusantara sebagai leluhur. Sampean mengingkari fakta sejarah kebesaran Majapahit hanya karena sampean bukan orang Jawa dan menganggap orang Jawa penjajah. Sampean bangga menyebut diri menjadi Syeikh dan mengklaim Demak adalah leluhur dsampean karena dari Arab. Astagifirullah. Sadar. Jangan mabuk dan cepat beristighfar sana....

Anonim mengatakan...

Lucu banget baca tulisan ini. Ketawa ngakak nggak habis2...!

Mbokyao baca buku sejarah dulu, jangan asal katanya si anu, si una dan si-si yang lain.

Tapi nggak apa-apa juga sih, bisa ngilangin stress habis baca tulisan yang ini... Xixixixiii....

Selamat menulis lagi ya, pak...

Iwan mengatakan...

kan itu bukan tulisan saya mas anonim (tgl 6 mei 2013)...saya hanya coba mengketengahkan saja..nah kalau anda mau kenal sama orang yang nulis, silahkan lihat di fbnya, namanya Pak Syeikh...monggo...silahkan diskusi dengan beliau....semoga anda dapat jawabannya...