Kamis, 26 April 2012

RATU SAHIBUL TELAH MENDEKAT KE PALEMBANG!

Tahukah anda, bagi anda yang biasa mendalami sejarah berdirinya Kesultanan Palembang, bahwa dibalik berdirinya dinasti ini, dibalik proses kepemimpinan yang baru saja terbentuk, dibalik berdaulatnya negeri baru Palembang, ternyata secara diam-diam ada satu nama yang siap merebut kekuasaan yang berada ditangan anak cucu Raden Fatah itu sendiri, dibalik pendirian negara yang baru ini, secara diam-diam ada sebuah pergerakan yang telah mendekati wilayah Palembang guna untuk dipersiapkan secara matang dalam rangka menyerang dan menyerbu Palembang dengan misi khusus merebut kekuasaan disana. Siapa orang yang telah berani dan berkeinginan serta berniat ingin merebut kekuasaan disana?. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah RATU SAHIBUL yang merupakan musuh besarnya Kerajaan Demak khususnya orang-orang yang pernah beliau sakiti. RATU SAHIBUL yang selama ini telah dianggap mati oleh fihak Pajang dan juga sebagian besar musuh-musuhnya ternyata sudah berada didekat wilayah Palembang. Sebelum dia mendekat kedaerah yang dinamakan Indra Laya tersebut, beliau telah membuat jaringan dan kekuatan diberbagai daerah, dari mulai Skala Brak, Tanjung Kemala, Surabaya Nikan, Gunung Batu, Gunung Ibul, dan terakhir di Gunung Batu. Beliau yang dalam perjalanan panjangnya cukup panjang, ternyata telah berhasil membuat sebuah pasukan untuk persiapan menyerbu dan merebut kekuasaan di Palembang yang saat itu kemungkinan besar masih dipegang KI GEDE ING SURO MUDA.

Secara diam-diam RATU SAHIBUL terus bergerak, secara diam-diam pula dia telah banyak mengumpulkan orang untuk dilatih ilmu perang dan beberapa ilmu kesaktian. Menurut tradisi lisan keluarga kami, keberadaan dan kondisi Indra Laya saat itu masih sangat tertutup, seperti biasa pula, bila ia ingin mencari sebuah daerah yang akan ditempati, ia pasti akan mencari daerah yang mirip dengan asal-usulnya dan sudah tentu belum pernah dipijak atau dibuka oleh orang lain, ini masuk akal, karena beliau adalah pelarian politik, sehingga tempat yang dipijakpun harus steril dari pengaruh luar dan kondusif dalam melakukan persiapan, yang paling pasti tempatnya adalah berdekatan dengan sungai, karena sungai buat beliau adalah sebuah harga mati dan denyut nadi kehidupannya, dengan berdekatan dengan sungailah ia merasa nyaman, dengan sungailah ia mampu meloloskan diri dari maut. Jadi kalau ada yang mengatakan mati karena sial dengan berani melewati sungai pada saat pertempuran dengan JAKA TINGKIR patutlah dipertanyakan, karena kalau dia sial melewati Sungai, buat apa selama dalam perjalanannya ia bertempat tinggal di sungai, jangan lupa buat masyarakat GUnung Batu dan juga Komering, sungai adalah sahabat mereka, sederas apapun sungai Komering buat warga Gunung Batu dan juga warga Komering lainnya tidak masalah..sungai adalah sahabat mereka. Apalagi kekuatan ilmu dari Ratu Sahibul diantaranya adalah SUNGAI!!!!. Jadi Daerah Indra Laya yang dia tempati pada masa lalu benar-benar kondisinya masih lengang dan tidak ada penduduknya sama sekali. Tradisi lisan kami juga mengatakan bahwa wilayah tempat beliau dimakamkan adalah tanahnya semua, rumah-rumah yang didirikan sekarang adalah tanah kekuasaanya, kuburan para pengikutnya bahkan dikuburkan ditanah kekuasaannya ini. Luas tanah kekuasaannya ini sangat besar sekali, namun untuk saat ini ternyata, tanah beliau sudah banyak rumah-rumah yang berdiri, makam beliaupun telah dihimpit banyak rumah, namun Alhamdullilah makam beliau masih terjaga dengan baik, namun secara umum penduduk didaerah yang berdekatan dengan Indra Laya pada masa lalu sudah ada, para penduduk yang sudah ada pada masa itu, terutama yang berdekatan dengan wilayah Ratu Sahibul inilah yang kemudian direkrut oleh RATU SAHIBUL untuk persiapan perang dengan kekuatan Palembang yang sebenarnya juga masih ada hubungan dengan RATU SAHIBUL, apakah motif penyerangan beliau ini? apakah beliau masih tidak terima dan tidak rela bila penguasa di Palembang dipegang oleh anak cucu Raden Fatah yang menurut para sejarawan Palembang juga merupakan kakek RATU SAHIBUL? Apakah beliau masih dendam dengan pasca peristiwa tumbangnya beliau ditangan Jaka Tingkir (kisah babad tanah jawa). Namun seperti yang harus kita akui bahwa watak seorang RATU SAHIBUL adalah keras dan urakan. jadi kadang-kadang tindakannya ada saja yang tidak disenangi banyak fihak, namun demikian sebenarnya beliau juga tidak buruk-buruk amat kok..karena buktinya banyak nasehat dan sumpahnya memiliki makna kehidupan yang dalam.

Dalam persiapan pasukan perang ini, sudah tentu Ratu Sahibul didampingi oleh banyak orang yang memiliki kemampuan dan kelihaian di Medan Perang, terutama anaknya RATU SEJAGAT (sebuah nama yang mencerminkan sebuah kesombongan hati..). RATU SEJAGAT Inilah yang merupakan andalan RATU SAHIBUL karena dianggap memiliki keberanian dan watak yang sama persis dengan RATU SAHIBUL. Sikapnya yang temperamen dan kasar merupakan fotocopi dari RATU SAHIBUL. sedangkan dua anak RATU SAHIBUL yaitu RADEN MAS BANDING (kelak menjadi RADEN KUNING) dan IBUL (kelak menjadi RATU PASEH) ditinggalkannya di Gunung Ibul untuk juga mengadakan persiapan perang dan mengasah ilmu-ilmu kesaktian. Namun diantara kedua ini yang diandalkan RATU SAHIBUL adalah RATU SEJAGAT karena kedua anak beliau tersebut, perilakunya belum mendekati watak RATU SAHIBUL, mereka masih belum dipercaya, RADEN MAS BANDING yang dikenal tampan, perilakunya lebih mencerminkan perialku anak muda, dengan ketampanannya, ia merasa tidak memiliki saingan. Di Gunung Ibul sendiri beliau lebih dikenal dengan RADEN KUNING, dalam keterangan beberapa juru kunci, bahwa Raden Kuning ini walaupun mempunyai kemampuan kesaktian, dia juga terkenal sebagai anak yang nakal dan sering sekali berjudi. Sedangkan RATU PASEH atau Muyang Ibul lebih dikenal sebagai seorang yang bersahaja namun juga konsen terhadap kepemerintahan dan juga kesaktian. Dua anak RAtu Sahibul ini meninggal dalam kondisi membujang, tidak diketahui apakah ada keturunannya.Makamnnya sendiri berjauhan dari rumah-rumah penduduk. Dua anak dari RATU SAHIBUL ini ditinggalkan di GUNUNG IBUL, sedangkan RATU SAHIBUL dan RATU SEJAGAT melanjutkan perjalanan, sampai tiba di INDRA LAYA. Di Indra LAYA sendiri, lagi-lagi RATU SAHIBUL mengganti namanya menjadi SARIMAN RADEN KUNING. Kenapa beliau mengganti namanya menjadi SARIMAN RADEN KUNING, mudah saja toh..bukankah dia sedang berada dalam misi rahasia, dan jangan lupa jati dirinya sebagai orang yang pernah terlibat dalam huru hara tahta Demak, sedikit banyak pasti sudah diketahui oleh fihak musuh, ini terbukti saat ia bertemu dengan PANGERAN MAS yang juga ternyata kerabat dekat Sultan DEMAK yang pernah ia bunuh, justru dengan kedatangan Pangeran MAs inilah RATU SAHIBUL langsung menyingkir guna kembali mewujudkan cita-citanya. Lagipula nama RATU SAHIBUL boleh jadi banyak fihak ssudah tahu siapa sesungguhnya beliau, oleh karena itu demi untuk kepentingan politik ini ia rela menanggalkan namanya ini dan mengganti dengan nama-nama rakyat biasa, agar nantinya keberadaannya tidak dicurigai...

Di Indra Laya pergerakan terus dilakukan, berbagai senjata dipersiapkan, seluruh kemampuan dikerahkan, siasat dipersiapkan secara matang, kemungkina terbesar bahwa peta poltik Kesultanan Palembang sudah kuat, sehingga hal ini menyebabkan RATU SAHIBUL untuk menyerang dan menyerbu langsung kerajaan Palembang, oleh sebab itu dengan sabar, ia terus menerus mempersiapkan pasukannya. Dibalik matangnya persiapan tersebut, anaknya RATU SEJAGAT ternyata tidak sabar terhadap persiapan yang telah dilakukan oleh ayahnya tersebuut, sehingga berkali-kali ia mendesak agar ayahnya segera menyerbu dan merebut Palembang, namun RATU SAHIBUL berkali-kali menasehati, agar anaknya bersabar, karena menurut RATU SAHIBUL kekuatan mereka masih lemah, dan juga belajar dari pengalaman saat mereka tersingkir dari arena perebutan tahta Demak, tentu RATU SAHIBUL tidak mau mengulangi kesalahan tersebut. Oleh karena itu ia tidak mau mati konyol dan kalah dengan sia-sia..namun RATU SEJAGAT ternyata tidak sabar, akhirnya tanpa bisa dihalangi berangkatlah ia seorang diri dengan gagah berani untuk menyerang Palembang. Sejarah kembali berulang! dulu ayahnya yaitu RATU SAHIBUL menghadapi musuhnya seorang diri! terutama saat dia menghadapi Jaka Tingkir dengan PAsukannya dan Juga Pasukan Klan dari Tanjung kemala juga seorang diri, yang pertama RATU SAHIBUL boleh jadi kalah namun ia juga berhasil lolos, dan yang kedua ia berhasil dengan gemilang walaupun harus banyak memakan korban dan justru pada akhirnya dengan kejadian itu menciptakan cikal bakal kekerasan di Desa Gunung Batu..

RATU SEJAGAT sendiri dalam petualangannya menyerang Palembang harus berakhir tragis setelah dijebak Pasukan Palembang, ia mati lemas setelah dikurung di sebuah kolam yang besar yang diisi ribuan kelapa. RATU SEJAGAT sendiri lebih dikenal dengan nama TUAN KAPAR, karena mayatnya terombang-amibng disungai MUSI dan tidak diketahui siapa jati diri sebenarnya. Kematiannya yang tragis telah menciptakan rasa sedih dan kecewa RATU SAHIBUl..beliau akhirnya mengurungkan niatnya untuk merebut Palembang. Beliau akhirnya lebih banyak mendalami agama, beliau lebih cenderung kedunia religius..dan ini terbukti beliau telah berhasil berangkat haji, bukti bahwa beliau telah naik haji, sampai sekarang tempat topi hajinya masih ada. Di hari tuanya beliau menjadi seorang yang agamis, semua wataknya berganti dengan watak yang lembut, dan ini dibuktikan dengan adanya ajaran dan nasehat yang nilai filosopisnya yang sangat dalam kepada seluruh keturunannya..beliau berhasil keluar dari wataknya yang keras dan kasar menjadi manusia yang diakhir hayatnya selalu beribadah dijalan Allah SWT...

Semoga Arwahnya selalu mendapatkan ampunan, semoga kuburnya dijadikan taman-taman Syurga, kesalahan yang beliau perbuat..semoga Allah ampuni...Amin...

Tidak ada komentar: