Kamis, 26 April 2012

KISAH CINTA TRAGIS PATIH RANGGA DENGAN KEKASIHNYA ????



Gunung Batu ternyata menyimpan sebuah kisah mengharukan tentang percintaan sepasang remaja pada masa berdirinya Desa ini. Desa gunung Batu yang merupakan desa yang baru ternyata memiliki roman sejarah percintaan yang tidak kalah hebatnya dengan roman percintaan lainnya. Kisah cinta itu terjadi antara dua anak manusia yang masih remaja. Sang Pria bernama Patih Rangga sedangkan sang wanita...? tidak diketahui namanya. Pada masa dahulu. untuk menjalin sebuah kisah cinta tidaklah semudah seperti sekarang ini. Kisah cinta pada masa lalu masih dibingkai dengan adat dan agama leluhur kita. Kisah cinta yang terjadi masih memiliki nilai-nilai etika. Pada masa lalu, untuk mendatangi wanita saja, masih tabu, berbicara ditengah pemukiman kampung saja sudah tabu. Dalam sejarahnya Gunung Batu tidak pernah terdengar kasus-kasu percintaan yang dramatis. Kisah Gunung Batu lebih banyak didominasi adanya kisah keberanian, persaudaraan, kekerasan, kesaktian dan kisah-kisah lainnya. semua kebanyakan menceritakan keagungan dan kelebihan nenek moyangnya dari sisi karakter. Tidak pernah terdengar bila Gunung Batu mempunyai kisah cinta romantis semisal Julia dan Romeo, atau seperti Galih dan Ratna. yang justru saya dengar kisah dimasa 5 generasi keatas, dimana ada satu leluhur kita yang bernama RAJO INTAN (Muyang Bungkuk). merasa sakit hati karena istrinya diketahui berselingkuh, namun karena ia sangat menghormati tanah Tumpah darahnya Gunung Batu dan juga menghindari banjir darah di Gunung batu, dia lebih memilih mengalah, dia menyingkir dari Gunung Batu. RAJO INTAN akhirnya pergi ke arah Jambi daerah Lalan dan menetap serta menikah lagi dengan wanita Jambi disana. di Lalan ini beliau sempat dijenguk oleh keponakannya untuk diajak kembali ke Desa Gunung Batu.Namun karena ia sudah sakit hati dan dendam, ia tidak mau kembali ke Komering. bahkan ia bersumpah bahwa selama hidupnya, ia tidak akan pernah minum sungai Komering.Di Lalan ia membuka perguruan silat dan mengajarkan ilmu silat dan ilmu kebal. di Lalan ini dia tidak punya anak laki-laki, ia hanya memiliki anak perempuan.

Bagaimana dengan kisah Patih Rangga dan kekasihnya? walaupun minim datanya. tapi saya akhirnya memperoleh juga. Menurut Paman Saya Patih rangga ini berasal dari Desa Sukabumi, desa yang tidak jauh dari Gunung Batu. masyarakat Sukabumi menganggap bahwa Patih Rangga adalah leluhur mereka, karena Patih rangga berasal dari Desa Sukabumi. Oleh karena itu tidak heran bila diarea makamnya banyak warga sukabumi yang menumpang kubur disana. padahal tanah itu milik warga Gunung Batu yang bernama H Soleh. Ayah saya dulunya juga pernah berkebun ditanah ini. Menurut Paman saya dimakam Patih rangga ini sering sekali terjadi penampakan yang menyeramkan, anehnya makam ini dulunya tidak longsor bila dihantam air kali, karena posisinya pada masa lalu berdekatan dengan kali. Seorang warga Gunung Batu yang bernama Muyang Dacing pernah bertapa ditempat ini. saat beliau bertapa, beliau melihat berbagai penampakan seperti paha yang digantung dalam kondisi berdarah-darah dan penampakan-penampakan seram lainnya. Makam Patih rangga menyendiri dari desa Gunung batu, makam kekasihnya sedang berada diseberang sungai. kekasihnya sendiri lebih dikenal dengan nama MUYANG MORLI (muyang remaja). ini mencerminkan ada fihak-fihak yang memang ingin memisahkan antara Patih rangga dengan kekasihnya, karena kalau mereka direstui, tentu makamnyapun boleh jadi berdekatan, namun karena memang kasus percintaan itu adalah aib besar maka itu harus segara ditangani dengan hukum peraturan. Patih Rangga dan kekasihnya sendiri meninggal saat mereka remaja. Mereka berada pada masa Ratu Sahibul. Patih Rangga pendatang sedangkan kemungkinan besar kekasihnya adalah gadis dari Desa Gunung Batu. Yang jelas mereka tidak punya keturunan karena mereka memang tidak menikah, mereka hanya memadu kasih, layaknya seperti seorang remaja saja. Menurut analisa saya Patih Rangga ini boleh jadi telah melanggar adat istiadat desa Gunung Batu. Kenapa demikian, karena setahu saya, menjalin cinta pada masa lalu hukumnya tabu bila dilakukan secara terang-terangan, kemungkinan besar Patih Rangga ini menjalin cinta dengan kekasihnya ini dengan cara yang telah saya sebut tadi, yaitu dengan terang-terangan dan ini adalah merupakan sebuah kesalahan besar sekaligus aib pada masa lalu. Sehingga dengan dia melakukan percintaan yang melanggar adat setempat itu akhirnya dia diasingkan agak menjauh dari Gunung batu, ini logis karena pada masa lalu biasanya bila orang melakukan kesalahan selalu diasingkan. Saya tidak berani untuk menyebutkan bila mereka berdua telah berzinah, berdosa bila saya menuduh itu. Namun mungkin kalau melanggar adat iya.. Gunung Batu pada masa lalu sangat ketat peraturannya..Sedikit saja kita membuat kesalahan, terutama pada masalah cinta (apalagi sampai berzinah) habislah nama baik kita, bahkan bisa diingat orang sampai sekian turunan. sehingga ketika kita mencari jodoh, kita akan dilihat dari mana asal-usulnya. Adapun tentang kematiannya, tidak diketahui persis, apakah mereka bunuh diri atau dibunuh, masih menjadi tanda tanya, kalau bunuh diri, tidak pernah terdengar ceritanya, kalau dibunuh biasanya pasti ada ceritanya melalui tradisi lisan. Namun intinya mereka meninggal saat remaja, saya tidak berani menuduh mereka mati bunuh diri sebagaimana kisah cinta Julia dan Romeo. Namun dengan kematian mereka yang masih muda, tentu akan banyak orang bertanya-tanya apa penyebabnya, apalagi mereka meninggal bersamaan. Anehnya pada saat mereka meninggal, mereka dimakamkan berseberangan sungai. Ini menandakan bahwa percintaan mereka memang sepertinya tidak mendapat restu oleh berbagai fihak termasuk mungkin keluarga mereka, lagipula mereka khan bukan muhrim. Moyang Morli sendiri tidak diketahui anak dari leluhur siapa..Yang jadi aneh kenapa nama kekasihnya sangat jelas, namun justru namanya sendiri tidak disebut, apakah karena ia merupakan perempuan asing yang tidak jelas ?. boleh jadi salah satu mereka ini ada yang beda kasta, sehingga akhirnya banyak fihak yang tidak senang dengan hubungan mereka. Dari segi nama saja, nama Patih rangga mencerminkan kebangsawanan. sedangkan Muyang morli ya itu tadi datanya minim...Memang kadang di Desa Gunung Batu itu untuk nama perempuan kurang diperhatikan. Kedudukan dan peran mereka juga kadang sangat lemah. sehingga tidak jarang peran wanita didesa ini hampir tidak pernah disebut..termasuk pada kasus muyang Morli ini..Morli yang merupakan arti kata remaja sama sekali datanya minim..Namun saya berkeyakinan bahwa gadis ini adalah anak dari salah satu leluhur dan pendiri desa Gunung batu. Namun untuk menjaga nama baik leluhur tersebut, boleh jadi nenek moyang kita dahulu tidak mau menyebutkan siapa nama ayahnya, hal ini untuk menjaga nama baik dan perasaan para pendiri desa Gunung batu itu dari perbuatan putrinya yang telah melanggar adat istiadat.

Rupanya kisah cinta pada lalu ada juga ya....

Patih Rangga dan Muyang Morli akhirnya meninggal saat remaja. dan sepertinya dengan kematian mereka ini ada beberapa hal yang belum terungkap, misalnya kenapa mereka nekat menjalin kasih disebuah desa yang aturannya pada saat itu ketat karena orang-orangnya juga banyak memegang prinsip dan aturan..apakah mereka ini juga bagian dari bangsawan ? kenapa mereka dimakamkan bersebrangan..

Mudah-mudahan data yang singkat ini bisa menjadi oase bagi orang yang membutuhkannya

Tidak ada komentar: