Kamis, 26 April 2012

BAGAIMANAKAH NASAB ATAU SILSILAH RATU SAHIBUL DAN HUBUNGANNYA DENGAN RADEN FATAH?

Ada sesuatu yang sangat mendebarkan, mengejutkan serta mengharukan buat saya tentang antara Nasab Fattah dengan Ratu Sahibul ini.. Kedudukan beliau memang dalam tradisi lisan kami tidak pernah disebutkan tentang bagaimana hubungan antara beliau dengan Ratu Sahibul. Nasab kami tidak pernah menyebutkan nama Raden Fattah ini. Sayangnya memang pada saat tahun 1960an saat catatan sudah dibuat sebanyak 5 karton besar tentang sejarah dan silsilah keluarga kami, ternyata catatan itu dihilangkan oleh salah satu keturunan dari kami, sehingga kami lost informasi. Keterangan baru kami dapat kembali setelah melalui peristiwa yang tidak sesuai dengan logika,dimana peristiwa itu berkaitan dengan dunia gaib. Ini yang jadi masalah, karena datangnya berita gaib itu sampai sekarang masih menjadi perdebatan dengan kakak saya yang tidak mengakui informasi diluar nalar ini. Sebenarnya informasi yang diberikanpun secara jujur saya katakan banyak yang memiliki kemiripan kisah dan latar belakangnya. Hanya saja saat informasi yang berkaitan dengan"silsilah", saya dan kakak saya sampai sekarang, terutama tentang orangtua Ratu Sahibul atau yang didalam Kerajaan Jipang Panolan adalah......) masih sering berdebat. Kalau 7 generasi diatas cukup valid datanya, namun antara Karia Botuk ada yang hilang sampai Karia Ullung, nah dari data gaib inilah dilengkapi. Kemudian ketika masuk keorangtua Ratu Sahibul, ternyata 4 generasi keatasnya adalah Raja-raja Majapahit, nah ini yang jadi masalah, karena nama-nama ini saat saya lacak disilsilah Kerajaan Majapahit ternyata tidak ada!! apakah mereka ini hanya raja-raja kecil Majapahit saja? Keterangan yang lain mengatakan bahwa 4 generasih diatas Ratu Sahibul ternyata seorang Raja yang mempunyai hubungan persaudaraan dengan Prabu Siliwangi, nah ini juga saya lacak namun ternyata data tentang hubungan ini tetap gelap. Sedangkan data-data yang berdasarkan sumber Kerajaan Demak serta tradisi lisan ternyata setelah dicocokkan nama asli Ratu Sahibul dan keberadaan adiknya benar 100%, sikap dan wataknya benar, kemudian disesuaikan dengan seperti yang dikatakan terdahulu yaitu tradisi lisan juga ternyata benar, misalnya dalam tradisi lisan dikatakan dia pernah membunuh pamannya sendiri, dia mempunyai kuda yang disayangi, dia pernah terjatuh dalam pertarungan dan diduga mati tapi ternyata hidup lagi juga benar!, dia juga mempunyai keris yang banyak tanda darahnya juga benar, nama aslinya juga benar bila dicocokkan dengan Tradisi lisan dan referensi buku. Didalam buku sejarah demak dan Jipangpun info dari keterangan itu saya lacak habis-habisan dan ternyata memang benar sesuai!!!! Jadi 100 % tokoh ini memang orang yang sama yang pernah menjadi Penguasa Kerajaan Jipang Panolan, sebuah daerah yang merupakan bawahan dari Kerajaan Demak. Masalahnya yang sekarang adalah benarkah ia keturunan dari Para raja majapahit dari Jalur lain?. Atau memang ia sengaja menyamarkan silsilahnya untuk kepentingan penyamaran? rasanya aneh orang seperti Ratu Sahibul yang mengerti agama walaupun sifatnya keras, apalagi ia adalah murid tercinta dari Sunan Kudus mau memalsukan nasab, kenapa pula harus ia palsukan, toh dia sudah merupakan keturunan orang besar, rasanya menurut saya faktor yang paling kuat ia mau melakukan itu adalah "PENYAMARAN!!!!!", bukankah ia merupakan pelarian politik? bukankah hidupnya boleh jadi terus-menerus dikejar musuh-musuhnya? jadi secara logika boleh jadi ia telah melakukan pengelabuan data tentang dirinya termasuk dengan mengorbankan silsilahnya!!!!.hal ini ia lakukan agar perjalanannya berlangsung dengan sukses dan mengambil kekuasaan kembali milik kakeknya dulu di Palembang. Dan boleh jadi ia melakukan hal ini dengan sangat berat hati dan demi kepentingan orang-orang yang dibawanya. Jangan lupa Ratu Sahibul adalah orang yang paling Kontrovesial dalam sejarah Kerajaan Demak, baik dari pemerintahannya, wataknya, pergaulannya, dan juga termasuk Silsilahnya!!!!!!!. Kenapa saya katakan demikian? karena ternyata seorang penulis Buku Sejarah Kerajaan Islam di jawapun mempertanyakan, "darimana sebenarnya silsilah Ratu Sahibu ini" dari Raden Fattahkah? atau dari Jalur lain? Ingat itu seorang penulis yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi (ilmiah) terutama dalam kajian ilmu sejarah.

Nah sekarang bagaimana hubungannnya dengan Raden Fattah? kenapa disebutkan nama Raden Fattah, karena Raden Fattah dalam sejarah Demak adalah kakek dari Ratu Sahibul!!!!!!!!. Karena Ratu Sahibul menurut sejarah Demak adalah anak dari Pangeran Seda Lepen. Pangeran Seda Lepen sendiri adalah adik Pangeran Sebrang Lor yang meninggal tidak punya anak atau anak kedua dari Raden Fattah yang dibunuh oleh Prawata (Prawata adalah seharusnya menjadi Raja demak ketiga sebelum Sultan Trenggana ). Prawata ini jugalah yang menjadi dalang pembunuhan ayah Ratu Sahibul. Prawata membunuh ayah Ratu Sahibul karena ia ingin mengambil tahta kerajaan demak sebelum jatuh kepada Pangeran Seda Lepen atau Ayah Ratu Sahibul. sehingga sangat wajar sekali bila akhirnya menimbulkan dendam yang hebat pada diri Ratu Sahibul. Apalagi ia merasa ia adalah anak tertua yang berhak memegang tahta Demak setelah kematian ayahnya, sebab kakak dari Pangeran Seda Lepen ini tidak mempunyai pewaris tahta sehingga Ratu Sahibulpun merasa berhak terhadap tahta demak itu. Boleh jadi dengan adanya kejadian ini juga yang nantinya menjadikan tradisi anak tertua cucu tertua didesa Gunung batu sebagai pemegang kekuasaan waris didesa Gunung Batu. akhirnya memang dalam sejarah Demak Prawata tewas ditangan Ratu Sahibul dan keterangan ini persis pula apa yang dikatakan ayah saya, Ratu Sahibul adalah orang yang keras, bengis, temperamental, sampai-sampai pamannya sendiri ia bunuh dengan kejam karena tidak mau menuruti kemauaannya (Persis 100%!!!!!). Berkaca dari informasi yang ada ini berarti sosok Ratu Sahibul ternyata bila diteliti adalah cucu dari seorang Raden Fattah!!!!. Pantas sekali ia pergi dari Demak, karena orang yang dibunuhnya adalah pamannya sendiri yang merupakan sultan demak III, walaupun singkat karena terbunuh dan seorang Sultan yang memimpiin kerajaan Besar di Jawa saat itu, namun saya juga tidak mau mengklaim ini, karena ini menyangkut masalah nasab atau silsilah fihak lain. Haram hukumnya bila nasab dipalsukan. Sangat kerdil pula rasanya bila saya harus mengiba-iba untuk meminta pengakuan nasab apalagi kondisinya masih penuh tanda tanya. Oleh karenanya memang saya sangat berhati-hati dengan masalah nasab ini. Tugas saya dalam nasab ini hanya untuk mencari kebenaran, bukan meminta pengakuan, lagipula bukan tipe saya membangga-banggakan nasab. saya ya saya, keluarga kami ya kami. Adapun tentang nasab/atau silsilah yang mengatakan bahwa beliau dari jalur raja majapahit (hanya raja-raja kecil atau bagian dari majapahit) masih cukup sulit saya dapati, namun demikian dengan adanya data yang saya peroleh dari sumber-sumber yang terpercaya, bukan berarti saya tidak mau mengakui darinasab/silsilah dari jalur Majapahit ini. kalau memang benar keberadaan tentang nasab itu, ya tentu harus diakui. Mau dia dahulunya beragama Apa kek, mau dia dahulu seperti apalah, sebagai keturunannya kita wajib mengakui bahwa mereka adalah nenek moyang kita, permasalahannya sekarang adalah nasab atau silsilah mereka yang selama ini saya lacak ternyata memang tidak ada sama sekali disilsilah raja-raja Majapahit, dan inilah dari dulu yang selalu menjadi sumber perdebatan dengan kakak saya dalam mencantumkan nama-nama mereka dalam diagram silsilah yang kami buat. Kakak hanya khawatir bila nama-nama mereka hanyalah fiktif belaka, walaupun pada saat kejadian di tahun 1992 itu semua infomasi yang diperoleh sudah terpecahkan dan ada beberapa yang memang cocok dilapangan. Tapi sekali lagi bahwa dengan adanya keterangan yang saya peroleh tidaklah membuat saya harus bangga, justru ini semakin membuat saya penasaran untuk memecahkan misteri-misteri in. Dan memang bila dilihat kilas balik ketika saya mencari data tentang silsilah keluarga kami, ternyata setelah saya rangkai urutan, pendapat, kejadian telah lalu ternyata saya baru sadar bila itu mengarah pada satu nama, yaitu nama Raja Demak yang sholeh itu dan adanya rasa sadar ini, berkali-kali saya hanya mampu mengucapkan kata-kata "pantas...pantas...pantas", saya baru menyadari bila data yang saya peroleh ini memang sepertinya lebih cenderung nasab/atau silsilah Ratu Sahbul adalah dari Jalur Raden Fattah!!!!!. saya bahkan sempat melakukan sujud Syukur dirumah saat saya tahu bahwa sebenarnya Jalur nasab/silsilah Ratu Sahibul adalah dari Raden Fattah. Ditambah lagi keterangan dari kakak saya yang perempuan bahwa pada saat ia masih SMP menurutnya antara ayah atau kakenda Raden Keramo atau Kakenda H.Agung sirot pernah mengatakan "bahwa sebenarnya kita memang masih ada keturunan Raden Fattah". Namun sekali lagi saya tegaskan tidak ada klaim dari saya untuk meminta banyak orang bahwa kami adalah keturunan beliau, kami tidak ingin dianggap mengaku-ngaku, biarlah nanti Allah saja yang nanti kebenaran dan nasab dan silsilah itu, lagipula jangan coba-coba kita untuk memalsukan nasab, karena hukumnya sangat berat dimata Allah, namun demikian suatu hari nanti saya akan coba meminta keterangan kepada lembaga nasab yang biasa mengurusi silsilah leluhur para raja-raja di Indonesia, terutama hubungan antara Raden Fattah dan Ratu Sahibul ini.

1 komentar:

Dani Sapto N. mengatakan...

Sekedar berbagi info :

Salah satu istri Raden Patah adalah putri dari Adipati Jipang.
Pernikahan ini menurunkan :
1. Ratu Mas Nyawa/Ratu Ayu Wulan. Menikah dengan Pangeran Bratakelana (putra Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati).
2. Pangeran Sekar Seda Lepen/Pangeran Surowiyoto/Raden Kikin. Beliau ini adalah ayah dari Arya Penangsang/Ratu Sahibul.
3. Ratu Ayu ... . Menikah dengan Pati Unus/Pangeran Sabrang Lor (putra Sultan Banten/Maulana Hasanudin, cucu Syarif Hidayatullah).

Sedangkan Sultan Trenggono adalah putra dari Raden Patah dengan Ratu Ayu Asyikah (putri Sunan Ampel).

Tidak diketahui siapa yg menjadi permaisuri Raden Patah.

Mengacu pada silsilah tersebut, berarti Ratu Sahibul adalah keturunan Raden Patah.